Fungsi Skin Barrier Bagi Kulit
- Apt. Indri
- Sep 28, 2022
- 2 min read

Kulit adalah organ terluas pada tubuh manusia. Kulit berperan membungkus organ dalam tubuh dan pelindung dari paparan lingkungan luar yang berbahaya. Struktur kulit terbagi menjadi tiga lapisan utama yaitu epidermis sebagai bagian terluar, lapisan dermis yang berada di tengah, dan bagian terdalam yakni hipodermis atau disebut juga subkutan.
Lapisan kulit yang dapat kita lihat dan sentuh merupakan lapisan epidermis. Lapisan epidermis meliputi, stratum korneum, stratum lucidum, stratum granulosum, stratum spinosum dan stratum basale. Di lapisan ini terdapat berbagai komponen penting yang dapat mempengaruhi fungsi "Skin Barrier".
Stratum korneum disusun oleh korneosit, ceramide, kolesterol, dan asam lemak yang secara bersama-sama menjalankan fungsi skin barrier. Ketika terjadi perubahan rasio diantara komponen-komponen tersebut, fungsi akin barrier menjadi tidak optimal, atau dengan kata lain, kulit menjadi tidak terlindungi dengan baik.
Setiap korneosit dihubungkan oleh protein penghubung yang apabila jumlahnya kurang, juga dapat mempengaruhi fungsi skin barrier. Sementara itu, pada lapisan stratum granulosum, terdapat filaggrin yang ketika dilepaskan menjadi komponen penting dari matriks stratum korneum. Gangguan pada fillagrin dapat menurunkan rasio ceramide dan menurunkan fungsi skin barrier. Faktor lain yang juga mempengaruhi fungsi skin barrier adalah protease kulit. Peningkatan aktivitas protease dapat menganggu pemrosesan filaggrin dan ceramide.
Fungsi skin barrier diantaranya adalah menjaga kelembaban, melindungi, dan mencegah kerusakan kulit seperti dehidrasi, dermatitis, infeksi, alergi, dan berbagai gangguan kulit lainya. Fungsi skin barrier tersebut dapat terganggu jika kulit mendapat perlakuan yang salah seperti menggunakan pembersih yang terlalu "keras", terlalu sering eksfoliasi, dan kebiasaan mandi dengan air panas. Penurunan fungsi skin barrier juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes, konsumsi obat-obatan tertentu seperti steroid, dan pola hidup yang kurang sehat. Kerusakan skin barrier dapat dicegah dengan diet seimbang, pola hidup yang sehat, menggunakan sabun yang lembut dan bebas iritan, dan memilih pelembap yang sesuai.


Comments