Perjalanan Zahara Natural
- Apt. Indri
- Jul 1, 2022
- 1 min read
Updated: Jul 29, 2022
Kala itu sang suami qadarullah mengalami iritasi kulit dan eksim. Obat-obatan hanya menyelesaikan masalah secara jangka pendek, dan mengalami perburukan setelahnya. Menghindari risiko efek samping obat-obatan yang tak mungkin digunakan secara jangka panjang, saya menyarankan suami untuk melanjutkan perawatan kulit dengan herbal seperti minyak zaitun dan habbatusauda. Alhamdulillah cara tersebut cukup membantu mengurangi keluhan. Namun, gatal dan iritasi biasanya kembali muncul sesaat setelah mandi. Semakin sering dibersihkan dengan sabun, semakin buruk kondisi kulit yang dialami. Dari pengalaman tersebut, saya merasa menemukan akar permasalahannya.
Saya mulai berpikir apakah harus mandi tanpa sabun? Mungkin bisa... tapi tentu sulit mengubah kebiasaan tersebut sehingga ini bukan solusi. Oleh karena itu, sebagai seorang apoteker, saya pun merasa terpanggil untuk mempelajari lebih dalam bahan-bahan yang digunakan dalam sabun mandi.
Ternyata, terdapat bahan-bahan yang biasa terkandung dalam sabun yang berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis seperti deterjen, sulfat, pestisida, parfum sintetis, pewarna, cocamidopropyl betaine, propylene glycol, dan sebagainya. Tak hanya mempelajari bahan-bahan tersebut, saya pun memperdalam berbagai teknik formulasi sabun dan kemudian mulai mengembangkan formula sabun yang lebih sehat, natural, dan lembut di kulit.
Awalnya sabun natural ini hanya kami gunakan untuk keluarga, namun kemudian beberapa teman dan tetangga turut menggunakan dan menyampaikan dampak baik yg mereka alami. Sejak saat itulah saya menamakan produk tersebut dengan nama Bidara Thaharah.



Comments